inilah.id

Komunikasi Digital: Peluang atau Tantangan?

Irnawati M.Ikom, Dosen UIN Alauddin Makassar

Makassar, 30 Desember 2022. Oleh Irnawati M.Ikom, Dosen Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Di era saat ini, teknologi menjadi suatu hal yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Segala sesuatu berkembang secara pesat.

Dunia sudah mulai berani mengambil langkah untuk berkembang dan berubah menjadi dunia digital. Dunia digital disini berarti segala aspek kehidupan di dunia ini menggunakan teknologi di dalamnya.  Segala aspek kehidupan manusia di dunia ini sudah masif bergerak ke arah digital.

Segala aspek baik itu pelayanan, ekonomi, pendidikan menjadi lebih mudah dengan adanya digitalisasi. Terutama pada era revolusi industri 4.0 dan transformasi digital seperti saat ini, Perguruan Tinggi sebagai pencetak generasi akademis yang diharapkan bangsa, punya tantangan yang cukup besar dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mumpuni.

Komunikasi memegang peran kunci dalam menjaga hubungan antar sesama, lintas generasi, dan menciptakan lingkungan yang saling memiliki. Era digital telah menghadirkan berbagai kemudahan termasuk mendekatkan kerabat dan keluarga yang jauh lewat bermacam aplikasi pesan yang ada dalam teknologi tersebut.

Tapi di sisi lain, teknologi itu pulalah yang menjauhkan orang-orang yang dekat dengan kita. Tidak jarang kita melihat sekelompok orang berkumpul dalam satu meja, tetapi masing-masing sibuk dengan gawainya dan tidak mengindahkan orang yang duduk di depan atau di sampingnya.

Berdasarkan data dari Indonesia Millenial Report 2022 dan Indonesia Gen Z Report 2022 yang dikeluarkan oleh IDN Research Institute menemukan bahwa kedua kelompok umur (millennial adalah penduduk kelahiran antara 1981-1996 dan Gen Z adalah penduduk kelahiran tahun 1997-2012) ini rata-rata menghabiskan rata-rata 1 hingga 3 jam sehari untuk melakukan aktivitas di sosial media.

Hal ini mengakibatkan teguran, sapaan dan senyum berganti menjadi emoticon sehingga mengurangi sentuhan personal dalam berkomunikasi, yang secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hubungan antar sesama. Disisi lain, masyarakat juga telah dihadapkan oleh beberapa peristiwa pandemi dan krisis global yang memberikan dampak terhadap perubahan gaya hidup seperti kesenjangan sosial.

perlu adanya kemampuan untuk beradaptasi terhadap segala perkembangan tersebut. Dimana dibutuhkannya rasa peduli untuk selalu peka melihat hal-hal baru dan mengolahnya menjadi sesuatu yang inovatif dengan cara memperkuat kreativitas berpikir. Malcolm X, seorang aktivis muslim mengatakan bahwa, “The media’s the most powerful entity on earth.

They have the power to make the innocent, and that’s power. Because they control the minds of the mases.” Perkembangan komunikasi dewasa ini memberi garis yang jelas kepada segenap sumber daya manusia yang ingin berkecimpung diberbagai profesi untuk dapat mempersiapkan sekaligus memaksimalkan kompetensi yang dimiliki untuk dapat bersaing sesuai dengan bidang yang diminati.

Di era digital pasca pandemi harus tetap optimis untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu ditambah dengan masifnya perkembangan teknologi yang semakin menembus batas pengetahuan manusia, hal ini sangat dibutuhkan karena profesi ini merupakan linkage pada semua sektor pekerjaan.

Komunikasi telah menjadi bagian dari hidup manusia, apa yang dimaksud komunikasi? Komunikasi adalah bentuk pertukaran informasi dari dua orang atau lebih. Di dalam komunikasi manusia melakukan interaksi lewat berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan media baru. Pada buku Effective Public Relation para pakar media baru menyatakan tentang ‘Konvergensi Media’ adalah penyatuan telekomunikasi, komputer, dan media dalam lingkungan digital. Konvergensi dan perubahan yang dihasilkan telah mengubah banyak aspek dasar dari media massa dan komunikasi.

(Cultip, 2008) Dari pernyataan di atas kita bisa mengerti bahwa konvergensi media merupakan penggabungan antara tiga media yaitu telekomunikasi, komputer dan media digital, hal ini yang membentuk media baru dan melahirkan alat komunikasi baru, salah satunya yaitu media sosial. Pada era digital seperti ini manusia dapat berinteraksi dengan manusia lainnya tanpa memerlukan kontak fisik atau pertemuan langsung.

Media sosial lahir sebagai alat komunikasi digital yang mampu menjangkau masyarakat luas serta memberikan banyak kemudahan bagi banyak pihak dalam menerima informasi dalam waktu yang cenderung singkat.

Sosial media juga hadir dalam berbagai macam contohnya Instagram,Tiktok, Whatsapp, Youtube, Zoom dan masih banyak lagi. Setiap aplikasi mempunyai ciri khas masing masing ada yang digunakan sebagai media percakapan atau pertukaran pesan, ada media yang bisa digunakan untuk pertemuan tatap muka dari jarak jauh, ada yang disediakan untuk masyarakat bisa menyebarkan informasi, menyuarakan pendapat, mendapatkan informasi dan banyak lainnya.

Banyaknya dampak positif dari penggunaan sosial media diikuti dengan adanya dampak negatif bagi perorangan atau bahkan kelompok. Beberapa dampak negatif ini mampu merugikan kita, seperti salah satunya yaitu penyebaran hoax. Perlu kita ketahui media sosial adalah tempat pertukaran informasi yang mampu menyebar luas sampai ke belahan dunia manapun.

Kebebasan pertukaran informasi ini seringkali menjadi penyebab utama penyebaran hoax. Hoax adalah berita atau informasi yang salah dan disebarluaskan lewat media sosial, hoax bisa berupa pemalsuan berita yang belum terbukti kebenarannya, pemalsuan identitas atau bahkan pemalsuan fakta yang sudah ada.

Sampai sekarang masih banyak masyarakat yang kerap menjadi korban dari berita hoax di sosial media. Menurut opini saya, hal ini sangat membahayakan para pengguna sosial media karena bisa membuat masyarakat melakukan tindakan yang tidak seharusnya, membuat masyarakat tidak nyaman, serta mampu membuat perpecahan di masyarakat.

Banyaknya peluang maupun tantangan baik itu dampak positif maupun negatif kembali ke pribadi pengguna media digital tersebut dalam menggunakannya, perlu adanya literasi dan bijak dalam menyikapi era digitalisasi saat ini.

Bagikan Artikel

Berita Terbaru